Mapala se-Indonesia Jelajahi Pegunungan Meratus

Suasana Temu Wicara Kenal Medan XXXI di Gedung Auditorium Mastur Jahri Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, Senin (21/10/2019). MC Kalsel/tgh

Mapala Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari menjadi tuan rumah Gerakan Nasional Mahasiswa Pencinta Alam se-Indonesia dengan menggelar Temu Wicara Kenal Medan XXXI di Gedung Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari, Banjarmasin, Senin (21/10/2019). Kegiatan tersebut mengusung tema Menyelamatkan Sumber Daya Alam Terakhir Save Meratus.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Mujiburahman mengatakan, bahwa UIN Antasari sangat perhatian terhadap isu lingkungan hidup.

“Karena, di dalam agama Islam, melestarikan alam itu adalah sebuah kewajiban manusia, dan merusaknya adalah dosa,” ujarnya.

Mujiburahman berpesan kepada mahasiswa agar tetap memperhatikan keselamatan diri dalam melaksanakan kegiatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi kita tidak ingin dalam kegiatan ini sampai ada kejadian yang tidak diinginkan,” pesannya.

Sementara itu, Muhammad Arifin selaku ketua panitia menginginkan 280 Mapala se-Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut dapat melihat indahnya alam Borneo, khususnya Pegunungan Meratus.

“Kami ingin Mapala se-Indonesia melihat langsung bagaimana indahnya alam Borneo, khususnya keindahan Gunung Meratus,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arifin menjelaskan, kegiatan temu wicara akan dimulai di kawasan objek wisata alam Kiram Park di Kabupaten Banjar, untuk mengenal medan di Gunung Hutan Hulu, Sungai Tengah.

Selain itu untuk kegiatan panjat tebing dilakukan di Gunung Batu Laki di Hulu Sungai Selatan (HSS), untuk mengenal medan di Gua Alinateh, Hulu Sungai Tengah (HST).

Selain kegiatan di atas, peserta juga akan diajak melihat konservasi Bekantan, salah satu hewan yang hidup di Pegunungan Meratus.

“Tak hanya itu saja untuk mengenal lingkungan hidup akan bertempat di Pulau Curik wilayah Barito Kuala, memang ini bukan masuk daerah Gunung Meratus, di sana tempat konservasi hewan Bekantan, salah satu hewan yang hidup di Gunung Meratus,” jelasnya.

Arifin berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi peserta untuk memperjuangkan dan melestarikan hutan Pegunungan Meratus.

Kegiatan Temu Wicara Kenal Medan XXXI yang berlangsung tanggal 21-26 oktober 2019 dirangkai dengan penampilan beberapa tarian khas Kalsel dan turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Sekretaris Badan Pengembangan SDM Kementerian LHK RI, Sudayatna, serta tamu undangan lainnya. MC Kalsel/tgh

Artikel telah dilihat : 138 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *