Sepuluh SKPD Provinsi Kalsel Dapat Rapor Sangat Baik

Suasana Penilaian Kinerja SKPD (rapor) Semester I Tahun 2019 di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (26/8/2019). MC Kalsel/tgh

Tata kelola administrasi penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemprov Kalsel semakin profesional. Ini dibuktikan dengan capaian hasil sebagian besar SKPD masuk pada kategori berkinerja baik atau memuaskan sesuai hasil evaluasi semester I tahun 2019.

Dari jumlah perangkat daerah di Kalsel, terdapat sepuluh SKPD berhasil meraih predikat sangat baik dari sisi pencapaian target salah satu diantaranya yaitu, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan untuk kedua kalinya mendapatkan penilaian kinerja terbaik setelah kembali rebut predikat terbaik dalam penilaian kinerja SKPD di lingkup Provinsi Kalsel.

Penyerahan hasil Penilaian Kinerja SKPD (rapor) semester I tahun 2019 di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (26/8/2019) tersebut secara tertutup dan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq mengatakan skor yang didapat 83,5 dimana nilai tersebut lebih tinggi dari SKPD lainnya di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Nilai tersebut naik beberapa poin dibanding skor hasil penilaian kinerja Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel sebelumnya di angka 80,” ucap Hanif kepada awak media.

Lanjut, ia tidak merasa besar kepala meskipun menjadi yang terbaik pada penilaian tersebut, menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Dalam rapor hasil penilaian tersebut, masih ada indikator-indikator penilaian yang hanya mendapatkan nilai B, C bahkan D.

“Salah satu indikator yang belum bernilai A yaitu belum diterapkannya indikator reward and punishment secara tegas di Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel,” ungkapnya.

Suasana Penilaian Kinerja SKPD (rapor) Semester I Tahun 2019 di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (26/8/2019). MC Kalsel/tgh

Ia menilai indikator tersebut memang agak rumit. Pasalnya pihaknya sulit memberikan reward and punishment karena masing-masing individu dan tim kerja memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Jadi kami akan segera menyusun metodologi pemberian reward and pusnishment untuk perbaiki penilaian pada indikator tersebut. Kami akan hati-hati menyusun metodologi reward and punishment ini, karena kami tidak ingin jika tidak sesuai justru menimbulkan efek kontra produktif pada kinerja,” tuturnya.

Tidak berpuas diri dengan capaian tersebut, Hanif mengaku akan segera menggelar rapat koordinasi internal untuk membahas belum maksimalnya hasil penilaian kinerja di beberapa sektor di Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan selamat kepada SKPD yang mendapatkan nilai predikat sangat baik. Pembagian rapot ini bertujuan sebagai penilaian kinerja terhadap SKPD lingkup Pemprov Kalsel selama satu tahun.

Ia berpesan agar terus meningkatkan capaian tersebut “Capaian yang sudah baik ini menjadi bukti nyata bahwa SKPD  tersebut sudah menerapkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publikā€, pungkasnya.

Untuk diketahui, SKPD yang mendapatkan nilai predikat sangat baik antara lain Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Energi dan Suberdaya Mineral, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, Badan Keuangan Daerah, Rumah Sakit Umum Dr Haji Moch Ansari Saleh, Rumah Sakit Jiwa Sambang lihum, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Kesehatan. MC Kalsel/tgh

Artikel telah dilihat : 123 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *