Juni, Kalsel Mengalami Inflasi Sebesar 0,27

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, Diah Utami merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen atau Inflasi pada acara jumpa pers di aula BPS Prov. Kalsel, Banjarbaru, Senin (1/7/2019). MC Kalsel/scw

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan merilis perkembangan indeks harga konsumen / inflasi, pada bulan Juni, di kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,29%. Laju inflasi kalender tahun 2019 (Jni 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 3,20% dan laju inflasi “year on year” adalah 4,17%.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Diah Utami menjelaskan di Kota Banjarmasin bulan Juni 2019 terjadi karena mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain, beras, emas perhiasan, ikan bakar, ikan kembung/ gembung dan rokok kretek.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan patin dan angkutan laut.“katanya, Senin (1/7/2019).

Di tambahkannya Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Juni 2019 terjadi karena adanya indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,04%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,22%, kelompok sandang sebesar 1,35%, kelompok kesehatan sebesar 0,23%, kelompok pendidikan,rekreasi dan olah raga sebesar 0,15%, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 1,31%..

Disisi lain Diah, menjelaskan bahwa di kota Tanjung pada bulan Juni 2019 mengalami deflasi sebesar 0,10%. Laju deflasi kalender tahun 2019 (Juni 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 1,52% dan laju inflasi ” year on year” adalah 1,71%.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain kacang panjang, bawang putih merah, beras, ketimun dan cabai merah,”katanya.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain, daging ayam ras, jeruk, bayam, bawang putih dan semangka.

“Dari 82 Kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 76 Kota mengalami inflasi, inflasi tertinggi di Kota Manado sebesar 3,60%, dan terendah di Kota Singaraja  0,02%. Kota yang mengalami deflasi tertinggi di kota tanjung pandan sebesar 0,41% dan deflasi terendah kota jayapura sebesar 0,08%. MCKalsel/scw

Artikel telah dilihat : 42 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *