SBI Ingin Jadikan Kalsel Pusat Riset dan Ekowisata bekantan

Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeky. MC Kalsel/rmd

Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia menyebut, jumlah populasi Bekantan di Kalsel khususnya di kawasan konservasi dibawah lindungan Balai Konservasi Sumber Daya Aalam (BKSDA) Kalimantan Selatan yang berkerjasama dengan sahabat bekantan indonesia dalam mengelolanya mengalami peningkatan mencapai 50 persen.

“Alhamdulillah, Jumlah populasi bekantan di kawasan konservasi kita meningkat, dari yang dulu hanya 400 ekor sekarang sudah meningkat menjadi 887 ekor,” ungkap Amalia Rezeky Ketua Yayasan SBI, saat Talk Show dalam rangka hari bekantan 2018, aula ULM Banjarmasin, selasa (03/04/2018).

Hal ini, tambah Amel tidak lepas dari gencarnya rehabilitasi habitat Bekantan yang Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) lakukan, salah satunya dengan menjalankan Program Sejuta Rambai yang juga mendukung Program Revolusi Hijau, pasalnya rambai menjadi salah satu pakan bekantan,” dan tidak hanya itu rambai tersebut juga menunjang keanekaragaman ikan dialur sungai barito, hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan,”ungkapnya

Amel juga menjelaskan, Beberapa kawasan Konservasi Bekantan ada di 11 Wilayah Kalimantan Selatan, anatara lain yang paling dekat di Kabupaten Barito Kuala, di wilayah Pulau Bakut, Pulau Kaget dan daerah kuala lupak,” Selain itu SBI akan membangun Stasiun Riset Bekantan tahun ini, di daerah Pulau Curiak. Saat ini lahannya sudah kami bebaskan,untuk mengamankan pohon rambai yang sudah banyak tumbuh disana”ungkapnya.

Namun segala upaya yang dilakukan SBI untuk melestarikan Bekantan juga tidak selalu berjalan mulus, Dijelaskan Amel Penangangan konflik satwa liar yang diluar kawasan konservasi menjadi kendala yang sering dihadapai SBI,” masih banyak masyarakat yang menganggap Bekantan hama, jadi masih banyak masyrakat yang memburunya bahkan ada juga yang memeliharanya, padahal ini bisa dikenakan sanksi hukum, ini harus disosialisasikan kepada masyarakat,”ungkapnya.

Selain itu pendanaan untuk pengamanan wilayah diluar konservasi juga menjadi kendala selama ini,”untuk itu kami berharap pada Corporete bisa mendukung dan menjadikan pelestarian bekantan sebagai program utama CSR mereka,”ungkapnya.

Amel juga mengatakan SBI ingin menjadikan Kalsel Pusat Riset sekaligus Ekowisata Bekantan, ini dikarenakan Kalsel punya banyak habiat dan populasi alami,”ini menjadi modal utama untuk Kalsel agar bisa dikembangkan menjadi pusat riset dan ekowisata, berbeda dengan negara tetangga yang tidak mempunyai habitat asli Bekantan,”pungkasnya. MC Kalsel/rmd

Artikel telah dilihat : 43 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *