Jelang Pilkada Tahun 2018, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Kesatuan dan Persaudaran

Presiden RI Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada pers usai acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat, di Gedung Olahraga Rudy Resnawan, Banjarbaru, Senin (26/3). MC Kalsel/Jml

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di beberapa daerah di seluruh Indonesia, Presiden RI Joko Widodo berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persaudaran meski ada perbedaan pandangan.

Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih pemimpin pada pesta demokrasi tahun 2018 ini. Dirinya tidak ingin perbedaan pilihan menjadi pemecah kerukunan dan persatuan di Indonesia.

“Pilihlah  pemimpin yang kita anggap terbaik, beda pilihan tidak papa, inilah proses demokrasi, setelah Pilkada selasai kita rukun kembali sebagai saudara sebangsa dan se-tanah air, jangan sampai karena beda pilihan jadi tidak menghiraukan tetangga, tidak sampai menyapa antar kampung, jangan sampai ini terjadi” tegas Jokowi saat melakukakn kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Gedung Olahraga Rudy Resnawan, Banjarbaru, Senin (26/3).

Dirinya tidak tidak ingin karena perbedaan pilihan pemimpin terjadi konflik antar suku atau agama, terlebih Indonesia dikenal dengan negara besar yang memiliki banyak suku yakni 714 suku. “Hati-hati jangan sampai terjebak konflik antar suku atau agama, jika ada segera cepat selesaikan” pesan orang nomor satu di Indonesia ini.

Dikesempatannya, Presiden RI juga sedikit bercerita mengenai pengalamannya saat berkunjung ke Afganistan yang mana pada saat itu telah terjadi perang antar suku selama 40 tahun lamanya. Dari pengalamannya berkunjung ke Afganistan tersebut, Jokowi tidak ingin konflik antar suku di Afganistan juga terjadi di Indonesia.

“Afganistan sendiri hanya memiliki 7 suku dan saat ini telah terjadi perang antar suku yang selama 40 tahun masih belum selesai. “ kata Jokowi.

Pada saat kunjungannya ke Afganistan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah Afganistan meminta Indonesia untuk turut andil menjadi mediator guna merukunkan kembali suku yang berperang di sana.

“Saat Saya melakukan kunjungan kerja ke Afganistan belum lama ini, Indonesia diminta Pemerintah Afganistan untuk ikut memediasi perang antar suku disana. Merukunkan kembali bukanlah pekerjaan yang mudah” ucap Jokowi.

Sebelum mengakhiri kunjungan kerjanya di GOR Rudy Resnawan, Jokowi megingatkan kembali kepada masyarakat bahwasanya menjaga dan merawat kerukunan dan persatuan di Indonesia merupakan tugas kita bersama sebagai warga negara Indonesia. MC Kalsel/Jml

Artikel telah dilihat : 7 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *