Peran Satpol PP dan Damkar Sangat Diperlukan Untuk Penanganan Karhutla di Kalsel

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Kalsel, H. Siswansyah menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel sekaligus membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran Serta Penyusunan Pedoman Penetapan Wilayah Manajemen Kebakaran Prov. Kalsel Tahun 2017 di Ruang Rapat H. Maksid Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Selasa (21/11). MC Kalsel/tgh

Pendidikan dan pelatihan ini adalah kesempatan baik yang harus kita maksimalkan untuk meningkatkan kemampuan dalam menolong dan mencegah kebakaran dengan cara yang lebih tepat dan lebih baik.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Prov. Kalsel, H. Siswansyah pada acara Pendidikan dan Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran Serta Penyusunan Pedoman Penetapan Wilayah Manajemen Kebakaran Prov. Kalsel Tahun 2017 di Ruang Rapat H. Maksid Kantor Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Selasa (21/11).

Menurutnya, pertolongan dan pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk seluruh lapisan masyarakat.

“Oleh karena itu, pertolongan dan pencegahan tidak akan efektif dan tidak akan berhasil secara optimal tanpa peran serta dan komitmen yang kuat dari semua pihak” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan kebakaran juga merupakan bencana tahunan yang sering terjadi di Prov. Kalsel. Hampir setiap musim kemarau tiba Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi masalah yang menyita energi kita untuk menanganinya termasuk energi dan sumber daya yang kita gunakan untuk mengendalikan Karhutla.

Pengendalian Karhutla dan permukiman harus kita upayakan semaksimal mungkin, karena dampaknya bukan hanya menimbulkan kerugian harta benda tetapi juga permasalahan lingkungan yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan hambatan jalur transportasi dan bahkan juga bisa mengganggu investasi.

“Seharusnya pencegahan Karhutla serta permukiman kita rencanakan dengan baik sehingga kebakaran bisa kita kendalikan semaksimal mungkin” jelasnya.

Dirinya berharap dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini, kita mampu membangun sinergi dan strategi untuk menciptakan komunikasi pemberdayaan masyarakat yang efektif didalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kalsel.

Ia mengajak semua pihak harus berperan aktif dalam mencegah hal – hal yang menyebabkan timbulnya kebakaran baik dengan cara penyuluhan, kampanye, sosialisasi, penegakan hukum maupun cara lainnya yang dapat mencegah kebakaran termasuk memaksimalkan hasil penelitian yang terkait dengan Karhutla dan permukiman. MC Kalsel/Ar

Artikel telah dilihat : 17 kali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *